Home Movies Trailers News Music Comedy Education Entertainment Film Shows Games Howto Nonprofit People Animals Tech Autos Sports Travel
Rating: 307
Viewers:
1,436,944
Duration:
00:01:02
Berhijab
Date: 2010/02/18
Uploaded by: mountainbaz
Category: News » News & Politics
Comments: 104

Saya Lahir Dari Kehidupan Keluarga Yang Sederhana Di Kampung Buaran, Pekalongan, Sebagai Anak Sulung Dari Sembilan Bersaudara . Akan Tetapi, Orang Tua Saya Memiliki Keistimewaan Tersendiri . Ibu Adalah Guru Tk Dan Mengajar Pendidikan Agama, Sedangkan Ayah Sebagai Seorang Kiai . Mereka Sudah Terbiasa Hidup Melayani Masyarakat . Mulai Sd Sampai Di Tsanawiyah, Saya Sekolah Di Kampung Sendiri . Sejujurnya Saya Akui, Prestasi Pendidikan Saya Di Sd Biasa - Biasa Saja . Bahkan Di Kelas 3 Sd, Saya Nyaris Tak Naik Kelas . Saya Naik, Tapi Percobaan . Artinya Bila Saya Tidak Bisa Mengikuti Pelajaran, Saya Bisa Turun Kembali . Waktu Itu, Saya Memang Tak Pernah Belajar Serius . Sejak Kelas 5 Sd, Saya Mulai Giat Belajar . Hasilnya, Ketika Kelas 6, Saya Jadi Bintang Kelas . Prestasi Saya Semakin Bagus . Mulai Kelas 1 - 3 Smp, Saya Jadi Bintang Kelas Terus, Tanpa Putus . Setelah Itu, Saya Menimba Ilmu Di Pondok Pesantren Mamba'ul Ma'arif Di Denayar, Jombang . Di Sana, Saya Mulai Memiliki Wawasan Yang Lebih Luas . Pondok Pesantren Saya Masuk Kategori Terkenal, Sehingga Anak Didiknya Datang Dari Berbagai Wilayah Di Tanah Air . Prestasi Saya Pun Semakin Bagus . Di Sma, Saya Bukan Jadi Bintang Kelas Lagi, Melainkan Sudah Menjadi Bintang Pelajar . Semua Ini Tentu Berkat Dorongan Orang Tua . Selanjutnya, Saya Kuliah Di Fakultas Syari'ah, Peradilan Agama, Iain Wali Songo, Semarang . Setelah Mengambil S2 Di Islamic Studies Mc Gill University Canada, Tahun 1992 - 1994, Saya Ambil Program Doktor Ilmu Hukum Universitas Diponegoro, Semarang . Selain Konsentrasi Belajar, Saya Juga Aktif Di Berbagai Organisasi . Misalnya Saja Pengurus Fatayat Nu Dan Pembina Muslimat Cabang Pekalongan . Saya Juga Aktif Sebagai Pengurus Pesantren Darul Hikmah Buaran, Anggota Komisi Fatwa Mui Kabupaten Pekalongan, Dan Menjadi Pengurus Cabang Partai Kebangkitan Bangsa . Akhirnya Saya Terpilih Menjadi Wakil Bupati Pekalongan . Karena Pada Waktu Itu Saya Berstatus Pegawai Negeri, Saya Cuti Sementara Untuk Menjadi Kandidat Calon Wakil Bupati . Semua Itu Saya Lakukan Karena Tuntutan, Dorongan, Serta Dukungan Dari Masyarakat . Negara Pun Mengizinkan . Akhirnya, Saya Jalani Amanah Dari Masyarakat Dengan Sungguh - Sungguh . Ketika Menjabat Wakil Bupati, Banyak Kendala Yang Saya Hadapi, Terutama Untuk Mengejar Tingkat Pendidikan Masyarakat Yang Masih Rendah . Betapa Tidak, Di Daerah Saya, Masih 70 Persen Warga Yang Mampu Menyelesaikan Smp . Lepas Masa Jabatan Wakil Bupati, Saya Mencalonkan Diri Menjadi Bupati . Ketika Proses Pemilihan, Memang Dari Luar Terkesan Masyarakat Terbelah Dua . Tapi Menurut Saya Itu Bukan Terbelah, Masyarakat Punya Dua Kepentingan Yang Berbeda Dalam Menentukan Pilihan Kandidatnya . Saya Kira Perbedaan Pendapat Di Bidang Pilihan Politik Itu Wajar Saja . Setelah Itu, Kita Punya Komitmen, Siapa Yang Menang Dia Adalah Milik Bersama . Kami Tak Akan Memeliharan Perbedaan Itu Terus - Menerus . Dalam Beberapa Hari Ke Depan Ini, Memang Saya Rasakan Masih Ada Perbedaan . Tetapi Itu Akan Kembali Dengan Sendirinya Kepada Sistem   Qomariyah Ponco Pasangan Bupati Pekalongan

Online